Kamis, Mei 22, 2014

Kontrak hati(cerpen)

Aku membutuhkan mu melebihi kamu membutuhkan ku, lalu kami bermain kontrak hati, siapa yang ingkar ia akan lebih cepat tua; setiap kali melanggar kontrak itu maka lima tahun ia akan bertambah tua. Begitulah seterusnya, kontrak ini kami buat seperti janji Illahiah, janji hamba kepada Hyang Maha Satu. Memang tak pernah abadi sekalipun sesuatu yang indah, bosan itu semacam kutukan yang di rasakan sumar, tanpa bisa ia tolak.
Dulu, untuk mendapatkan keindahan butuh perjuangan, kini ia malah menjadi belenggu, sumar mengira ia menaklukan ternyata ia ditaklukan, seperti begitu pula ia merasa memiliki ternyata ia dimiliki, tak bisa ia pungkiri cinta yang begitu dalam kepada mala telah membuat ia seperti orang gila. Mala kini empat puluh tahun lebih tua dari umurnya sendiri yang baru genap dua puluh lima tahun.
Setelah Sumar meninggalkan ia bertugas sebulan selusin, ia tidak percaya ketika pulang disambut oleh seorang nenek keriput, yang dulu pernah bersama membuat kontrak hati, alangkah terkejutnya sumar, mala telah mengutuk bersama janjinya sendri.
Kenikmatan itu seperti api yang mampu membakar sebuah keindahan.
Begitu pula sumar yang menggadengi gadis muda sambil berjalan membawa tongkat dengan jalan sudah membogkok.
Share:

0 komentar: