Tugas kelompok SPK minggu ke6
-sejarah spk
-karakteristik spk
-defenisi spk
-aplikasi spk
-komponen spk
-klasifikasi spk
-proses pembuatan keputusan
---------------------------------------------------------
Sistem Pendukung Keputusan dan Contoh Program SPK Kuliner
Sistem Penunjang Pengambilan Keputusan
didefinisikan sebagai interaktif berbasis komputer yang membantu pengambilan
suatu keputusan memanfaatkan data dan model untuk menyelesaikan masalah yang
tidak terstruktur, Scoot-Morton (Turban, 2000).
Sistem Pendukung Keputusan yang
dikemukakan oleh Raymond Mclood. Jr dalam buku Sistem Informasi Manajemen
(McLeod, 2001) menekankan bahwa Sistem Pendukung Keputusan adalah suatu sistem
informasi yang ditujukan untuk membantu manajemen dalam memecahkan masalah yang
dihadapinya. Definisi selengkapnya adalah sistem penghasil informasi spesifik
yang ditujukan untuk memecahkan suatu masalah tertentu yang harus
dipecahkan oleh menejer ada berbagai tingkatan. Sedangkan menurut Litlle
(McLeod, 2001) mengemukakan bahwa sistem pendukung keputusan adalah suatu
sistem informasi berbasis komputer yang menghasilkan berbagai alternatif
keputusan untuk membantu manajemen dalam menangani berbagai permasalahan yang
terstruktur ataupun tidak terstruktur dengan menggunakan data atau model.
Sebagaimana diketahui bahwa salah
satu tugas utama manajemen adalah mempertahankan (existensi) dan
menghasilkan kinerja (performance) organisasi yang dikelolanya.
Untuk itulah manajemen harus mengambil keputusan mengenai langkah-langkah
yang akan diambilnya, baik pada tingkatan strategi, taktik maupun operasional.
Keputusan-keputusan dibuat untuk
memecahkan masalah. Dalam memecahkan suatu masalah, pemecahan masalah mungkin
membuat banyak keputusan. Keputusan merupakan rangkaian tindakan yang perlu
diikuti dalam memecahkan masalah untuk menghindari dan mengurangi dampak
negatif atau untuk memanfaatkan kesempatan.
Agar kualitas keputusan yang diambil
lebih baik maka diperlukan sistem pendukung keputusan yaitu yang berbasis
komputer interaktif, yang mambantu pembuat keputusan memanfaatkan data dan
model untuk menyelesaikan permasalahan yang tak terstruktur (Garry dan
Morton,1971).
Jenis-Jenis Keputusan
Jenis–jenis keputusan menurut Simon
dibedakan menjadi dua macam yaitu keputusan terprogram dan keputusan tidak
terprogram dalam buku Sistem Informasi Manajemen (McLeod, 2001).
a. Keputusan Terprogram
Keputusan–keputusan yang bersifat
berulang dan rutin, sedemikian hingga suatu prosedur pasti telah dibuat untuk
menanganinya sehingga keputusan tersebut tidak perlu diperlakukan sebagai
sesuatu yang baru tiap kali terjadi.
b. Keputusan Tak
Terprogram
Keputusan–keputusan yang berkaitan
dengan berbagai persoalan baru, tidak terstruktur dan tidak konsisten. Tidak
ada metode yang pasti untuk menangani masalah ini karena belum pernah ada
sebelumnya, atau karena sifat dan struktur persisnya tidak terlihat atau rumit.
Proses Pengambilan Keputusan.
Untuk memahami dengan lebih baik
mengenai permodelan, dapat mengikuti proses pengambilan keputusan yang
melibatkan tiga hal tahap utama : tahap intelegensi (intelligent phase),
tahap perancangan (design phase), dan tahap pilihan (choice phase).
Tahap keempat yaitu implementasi (implementation) ditambahkan kemudian.
Sebuah gambaran konseptual mengenai proses pembuatan keputusan ditunjukkan pada
gambar 2.1. Ada aliran aktifitas yang berkesinambungan dari tahap
intelegensi ke tahap perancangan dan tahap perancangan ke tahap pilihan (garis
tebal), tetapi pada beberapa tahap mungkin menjadi arus balik ke tahap
sebelumnya.
Subsistem–subsistem sistem pendukung
keputusan terdiri dari 4 yaitu subsistem manajemen data, subsistem manajemen
model, subsistem manajemen pengetahuan dan subsistem antar muka pengguna.
Seperti pada gambar dibawah (Turban, 2000).
Gambar
1. Skema Spk
Dalam pembuatan aplikasi sistem
pendukung keputusan umumnya sistem dapat hasil keputusan yang dapat
mengeluarkan output beberapa alternatif lain yang dapat direkomendasikan.
Adapun contoh bentuk aplikasi sistem pendukung keputusan pada wisata kuliner
dibawah menunjukkan mengeluarkan ketupusan berdasarkan rangking dan memiliki
alternatif pilihan lain yang dapat direkomendasikan oleh manajer/user.
Contoh Program SPK
Dengan contoh data inputan dengan
mengisi data kriteria dan bobot sesuai kebutuhan pemakai. Kriteria diantaranya
adalah jenis makanan, waktu buka, lokasi kuliner, budget, fasilitas, dan khas
makanan. Peta di ambil dari google eart untuk memvisualisasi data ruang
geografi agar lebih baik dengan bentuk yang lebih nyata. Sedangkan bobot dapat
diatur oleh pemakai sistem dan tidak dilakukan pemobobotan dalam koding.
Perhatikan gambar 2 dibawah :
Gambar
2. Proses SPK Kuliner
Pada gambar 2 di atas suatu hasil
keputusan sistem berdasarkan data inputan yang didapatkan untuk pencarian
adalah Pondok Cabe jenis makanan Ayam Goreng dengan total skor
persentase 98% dari total keseluruhan resto yang didapatkan yaitu 96 resto yang
memiliki pendekatan data yang dicari baik jenis makanan, waktu buka, khas
makanan, budget, suasana, fasilitas atau data lokasi.
Adapun resto yang memiliki total skor
terkecil adalah Jimbaran Resto dengan total skor 40% yang memiliki
perbedaan Jenis makanan, khas makanan, harga yang sangat jauh dari budget, dan
memiliki persamaan suasana indoor dan memungkin jarak masih terjangkau.
Sistem
ini dibuat dengan metode rule of thumb untuk mendukung keputusan serta
google earth untuk visualisasi geografinya.
Makalah Contoh Kasus SPK dalam Pemilihan Modem GSM
- Latar Belakang
Diantara teknologi informasi yang hampir disetiap tempat kita temukan adalah modem. Dalam rangka mengiringi kemajuan teknologi yang demikian pesat apalagi dalam dunia teknologi informasi modem sangatlah berperan penting sebagai media konversi. Baik konversi suara, data, sinyal dan lain-lain. Sekarangpun modem telah menjadi kebutuhan yang dianggap penting dalam kehidupan sehari-hari baik bagi perorangan maupun perusahaan.
Untuk itu dalam tugas Sistem Pendukung Keputusan untuk memenuhi syarat penilaian ujian tengah semester saya mengajukan contoh kasus pemilihan dalam pembelian modem GSM dengan alternatif dan kriteria yang telah ditentukan.
- Permasalahan
ü Harga (dalam ratus ribu)
ü Kecepatan Download (dalam Mbps)
ü Kecpatan Upload
ü Berat (dalam gram)
ü Garansi (dalam bulan)
Dari beberapa kriteria diatas yang menjadi prioritas utama dalam penentuannya adalah harga yang termurah, lalu kecepatan download dan upload yang cepat, sedangkan kriteria lainnya menjadi prioritas akhir.
Alternative modem yang disarankan meliputi :
ü Huwawei E160
ü ZTE MF190
ü Sierra C308
Huwaei E169
|
ZTE MF190
|
Sierra C308
|
|
Harga
|
260K
|
200K
|
280K
|
Kecepatan
|
7.2 Mbps
|
7.2 Mbps
|
2.1 Mbps
|
Kecepatan Upload
|
384 kbps
|
5.76 Mbps
|
5.76 Mbps
|
Berat
|
200 gram
|
150 gram
|
100 gram
|
Garansi
|
12 bulan
|
8 bulan
|
10 bulan
|
- Hierarki Pemecahan Permasalahan
- Pemecahan Masalah
- Membuka software Expert Choice
- Klik File lalu New lalu klik Direct
- Isikan tujuan “Pemilihan Pembelian Modem”
- Lalu masukkan kriteria, untuk measukkan kriteria klik Goal lalu klik gambar hierarki seperti ini . Kemudian masukkan kriteria-kriteria yang dipertimbangkan seperti harga, kecaptan download, kecepatan upload, berat, dan garansi. Tiap kriteria tulis definisi dari kriteria tersebut.
- Setelah semua kriteria sudah terisi buat alternatif, untuk membuatnya klik salah satu kriteria lalu klik gambar hierarki dan tulis alternatif tersebut seperti Huwawei, ZTE, dan Sierra.
- Langkah berikutnya jadikan seluruh alternatif ada dalam masing-masing kriteria. Lakukan peng-copyan tersebut dengan cara klik Edit-Replicate Children of Current Node hingga muncul option sebagai berikut :
- Berikutnya melakukan pembobotan pada masing-masing kriteria dimana yang menjadi prioritas utama adalah kemurahan harga, lalu kecepatan download dan kecepatan upload, sedangkan kriteria berat dan garansi merupakan kriteria akhir. Untuk melakukan pembobotan tersebut caranya klik “Assessment-Data” isikan angka-angka pembobotan lalu klik “Calculate-Record” hingga tampil sebagai berikut :
- Lalu lakukan pembobotan pada masing-masing alternatif tiap kriteria dengan klik “Assessment-Data” lalu “Calculate-Record”.
Hasil pembobotan kecepatan download
Hasil pembobotan kecepatan upload
Hasil pembobotan berat modem
Hasil pembobotan garansi modem
- Setelah pembobotan pada masing-masing kriteria dan alternatif selesai langkah terakhir yaitu analisis tahap akhir yakni untuk melihat hasil keputusan dari data-dat yang telah dimasukkan, caranya klik “Synthesis-From Goal” akan diperoleh tampilan sebagai berikut:

