Sabtu, September 13, 2014

SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN


Tugas kelompok SPK minggu ke6
-sejarah spk 
-karakteristik spk 
-defenisi spk 
-aplikasi spk 
-komponen spk 
-klasifikasi spk
 -proses pembuatan keputusan
 ---------------------------------------------------------
Sistem Pendukung Keputusan dan Contoh Program SPK Kuliner

Sistem Penunjang Pengambilan Keputusan didefinisikan sebagai interaktif berbasis komputer yang membantu pengambilan suatu keputusan memanfaatkan data dan model untuk menyelesaikan masalah yang tidak terstruktur, Scoot-Morton (Turban, 2000).
Sistem Pendukung Keputusan yang dikemukakan oleh Raymond Mclood. Jr dalam buku Sistem Informasi Manajemen (McLeod, 2001) menekankan bahwa Sistem Pendukung Keputusan adalah suatu sistem informasi yang ditujukan untuk membantu manajemen dalam memecahkan masalah yang dihadapinya. Definisi selengkapnya adalah sistem penghasil informasi spesifik yang ditujukan untuk memecahkan suatu masalah tertentu  yang harus dipecahkan oleh menejer ada berbagai tingkatan. Sedangkan menurut Litlle (McLeod, 2001) mengemukakan bahwa sistem pendukung  keputusan adalah suatu sistem informasi berbasis komputer yang menghasilkan berbagai alternatif keputusan untuk membantu manajemen dalam menangani berbagai permasalahan yang terstruktur ataupun tidak terstruktur dengan menggunakan data atau model.
Sebagaimana diketahui bahwa salah satu tugas utama manajemen adalah mempertahankan (existensi) dan menghasilkan kinerja (performance) organisasi yang dikelolanya. Untuk  itulah manajemen harus mengambil keputusan mengenai langkah-langkah yang akan diambilnya, baik pada tingkatan strategi, taktik maupun operasional.
Keputusan-keputusan dibuat untuk memecahkan masalah. Dalam memecahkan suatu masalah, pemecahan masalah mungkin membuat banyak keputusan. Keputusan merupakan rangkaian tindakan yang perlu diikuti dalam memecahkan masalah untuk menghindari dan mengurangi dampak negatif atau untuk memanfaatkan kesempatan.
Agar kualitas keputusan yang diambil lebih baik maka diperlukan sistem pendukung keputusan yaitu yang berbasis komputer interaktif, yang mambantu pembuat keputusan memanfaatkan data dan model untuk menyelesaikan permasalahan yang tak terstruktur (Garry dan Morton,1971).

Jenis-Jenis Keputusan
Jenis–jenis keputusan menurut Simon dibedakan menjadi dua macam yaitu keputusan terprogram dan keputusan tidak terprogram dalam buku Sistem Informasi Manajemen (McLeod, 2001).
a. Keputusan Terprogram
Keputusan–keputusan yang bersifat berulang dan rutin, sedemikian hingga suatu prosedur pasti telah dibuat untuk menanganinya sehingga keputusan tersebut tidak perlu diperlakukan sebagai sesuatu yang baru tiap kali terjadi.
b.   Keputusan Tak Terprogram
Keputusan–keputusan yang berkaitan dengan berbagai persoalan baru, tidak terstruktur dan tidak konsisten. Tidak ada metode yang pasti untuk menangani masalah ini karena belum  pernah ada sebelumnya, atau karena sifat dan struktur persisnya tidak terlihat atau rumit.
Proses Pengambilan Keputusan.
Untuk memahami dengan lebih baik mengenai permodelan, dapat mengikuti proses pengambilan keputusan yang melibatkan tiga hal tahap utama : tahap intelegensi (intelligent phase), tahap perancangan (design phase), dan tahap pilihan (choice phase). Tahap keempat yaitu implementasi (implementation) ditambahkan kemudian. Sebuah gambaran konseptual mengenai proses pembuatan keputusan ditunjukkan pada gambar 2.1. Ada aliran aktifitas yang  berkesinambungan dari tahap intelegensi ke tahap perancangan dan tahap perancangan ke tahap pilihan (garis tebal), tetapi pada beberapa tahap mungkin menjadi arus balik ke tahap sebelumnya.
Subsistem–subsistem sistem pendukung keputusan terdiri dari 4 yaitu subsistem manajemen data, subsistem manajemen model, subsistem manajemen pengetahuan dan subsistem antar muka pengguna. Seperti pada gambar dibawah  (Turban, 2000).


                                                               Gambar 1. Skema Spk
Dalam pembuatan aplikasi sistem pendukung keputusan umumnya sistem dapat hasil keputusan yang dapat mengeluarkan output beberapa alternatif lain yang dapat direkomendasikan. Adapun contoh bentuk aplikasi sistem pendukung keputusan pada wisata kuliner dibawah menunjukkan mengeluarkan ketupusan berdasarkan rangking dan memiliki alternatif pilihan lain yang dapat direkomendasikan oleh manajer/user.

Contoh Program SPK
Dengan contoh data inputan dengan mengisi data kriteria dan bobot sesuai kebutuhan pemakai. Kriteria diantaranya adalah jenis makanan, waktu buka, lokasi kuliner, budget, fasilitas, dan khas makanan. Peta di ambil dari google eart untuk memvisualisasi data ruang geografi agar lebih baik dengan bentuk yang lebih nyata. Sedangkan bobot dapat diatur oleh pemakai sistem dan tidak dilakukan pemobobotan dalam koding. Perhatikan gambar 2 dibawah :



Gambar 2. Proses SPK Kuliner
Pada gambar 2 di atas suatu hasil keputusan sistem berdasarkan data inputan yang didapatkan untuk pencarian adalah Pondok Cabe jenis makanan Ayam Goreng dengan total skor persentase 98% dari total keseluruhan resto yang didapatkan yaitu 96 resto yang memiliki pendekatan data yang dicari baik jenis makanan, waktu buka, khas makanan, budget, suasana, fasilitas atau data lokasi.
Adapun resto yang memiliki total skor terkecil adalah Jimbaran Resto dengan total skor 40% yang memiliki perbedaan Jenis makanan, khas makanan, harga yang sangat jauh dari budget, dan memiliki persamaan suasana indoor dan memungkin jarak masih terjangkau.
Sistem ini dibuat dengan metode rule of thumb untuk mendukung keputusan serta google earth untuk visualisasi geografinya.


  

Makalah Contoh Kasus SPK dalam Pemilihan Modem GSM
  1. Latar Belakang
Dewasa ini perkembangan dan kemajuaan teknologi informasi dan komunikasi telah berkembang dengan sangat pesat. Berbagai kemudahan memperoleh informasi dari berbagai penjuru dunia dapat kita nikmati dalam hitungan detik. Pada saat ” Zaman Batu ” teknologi informasi dan komunikasi dianggap sebagai sesuatu yang tidak mungkin, kini telah menjadi kenyataan. Dengan teknologi yang luas ini kita harus dapat memanfaatkannya.
Diantara teknologi informasi yang hampir disetiap tempat kita temukan adalah modem. Dalam rangka mengiringi kemajuan teknologi yang demikian pesat apalagi dalam dunia teknologi informasi modem sangatlah berperan penting sebagai media konversi. Baik konversi suara, data, sinyal dan lain-lain. Sekarangpun modem telah menjadi kebutuhan yang dianggap penting dalam kehidupan sehari-hari baik bagi perorangan maupun perusahaan.
Untuk itu dalam tugas Sistem Pendukung Keputusan untuk memenuhi syarat penilaian ujian tengah semester saya mengajukan contoh kasus pemilihan dalam pembelian modem GSM dengan alternatif dan kriteria yang telah ditentukan.
  1. Permasalahan
Permasalahan yang diangkat dalam kesempatan kali ini adalah “Pemilihan Modem GSM” yang nantinya akan menjadi prioritas barang yang akan dibeli setelah dilakukan proses pembandingan dengan menggunakan software Expert Choice. Untuk melakukan pemilihan modem GSM kriterianya meliputi :
ü  Harga (dalam ratus ribu)
ü  Kecepatan Download (dalam Mbps)
ü  Kecpatan Upload
ü  Berat (dalam gram)
ü  Garansi (dalam bulan)
Dari beberapa kriteria diatas yang menjadi prioritas utama dalam penentuannya adalah harga yang termurah, lalu kecepatan download dan upload yang cepat, sedangkan kriteria lainnya menjadi prioritas akhir.
Alternative modem yang disarankan meliputi :
ü  Huwawei E160
ü  ZTE MF190
ü  Sierra C308

Huwaei E169
ZTE MF190
Sierra C308
Harga
260K
200K
280K
Kecepatan
7.2 Mbps
7.2 Mbps
2.1 Mbps
Kecepatan Upload
384 kbps
5.76 Mbps
5.76 Mbps
Berat
200 gram
150 gram
100 gram
Garansi
12 bulan
8 bulan
10 bulan
  1. Hierarki Pemecahan Permasalahan
Untuk mempermudah dalam melakukan pemecahan masalah tersebut, berikut ini adalah hierarki yang menggambarkan kebutuhan yang ada terdiri dari tujuan, kriteria, dan alternatif.
  1. Pemecahan Masalah
Langakah-langkah analisis dengan menggunakan Expert Choice adalah sebagai berikut:
  1. Membuka software Expert Choice
  2. Klik File lalu New lalu klik Direct
  3. Isikan tujuan “Pemilihan Pembelian Modem”
  4. Lalu masukkan kriteria, untuk measukkan kriteria klik Goal lalu klik gambar hierarki seperti ini  . Kemudian masukkan kriteria-kriteria yang dipertimbangkan seperti harga, kecaptan download, kecepatan upload, berat, dan garansi. Tiap kriteria tulis definisi dari kriteria tersebut.
  5. Setelah semua kriteria sudah terisi buat alternatif, untuk membuatnya klik salah satu kriteria lalu klik gambar hierarki dan tulis alternatif tersebut seperti Huwawei, ZTE, dan Sierra.
  6. Langkah berikutnya jadikan seluruh alternatif ada dalam masing-masing kriteria. Lakukan peng-copyan tersebut dengan cara klik Edit-Replicate Children of Current Node hingga muncul option sebagai berikut :
Pilih “to all Leaves” sehingga akan memperoleh perintah konfirmasi peng-copyan lalu klik yes. Lalu akan tampil gambar sebagai berikut :
  1. Berikutnya melakukan pembobotan pada masing-masing kriteria dimana yang menjadi prioritas utama adalah kemurahan harga, lalu kecepatan download dan kecepatan upload, sedangkan kriteria berat dan garansi merupakan kriteria akhir. Untuk melakukan pembobotan tersebut caranya klik “Assessment-Data” isikan angka-angka pembobotan lalu klik “Calculate-Record” hingga tampil sebagai berikut :
  1. Lalu lakukan pembobotan pada masing-masing alternatif tiap kriteria dengan klik “Assessment-Data” lalu “Calculate-Record”.
Berikut hasil pembobotan dari harga :
Hasil pembobotan kecepatan download
Hasil pembobotan kecepatan upload
Hasil pembobotan berat modem
Hasil pembobotan garansi modem
  1. Setelah pembobotan pada masing-masing kriteria dan alternatif selesai langkah terakhir yaitu analisis tahap akhir yakni untuk melihat hasil keputusan dari data-dat yang telah dimasukkan, caranya klik “Synthesis-From Goal” akan diperoleh tampilan sebagai berikut:
Dari hasil di atas dapat disimpulkan bahwa modem GSM yang menjadi peringkat utama dalam pemilihan tersebut adalah modem ZTE dengan tipe MF190. Lalu peringkat kedua dan ketiga adalah Huwawei

Tugas kelompok mata kuliah SPK Dikumpul minggu ke enam -Sejarah SPK -karakteristik SPK -Defenisi SPK -Aplikasi SPK -Komponen SPK -Klasifikasi SPK -Proses pembuatan keputusan
Share: