Seorang lelaki berjalan dengan marah dan benci
Ia menampar pipinnya sendiri
Ia meludah berulang kali
Ia benci dengan jejak yang dibuatnya
Ia benci dengan mimpi yang dirangkainya
Dipandangnya langit dengan sangat kesal dan rasa muak
Dimuntahkannya kata - kata kasar pada setiap jalan yang dilaluinya
Hingga akhirnya
Ia memilih sepi
Sebagai tempatnya menyendiri.
0 komentar:
Posting Komentar