CANGKIR on Kamis, Mei 08, 2014 with Tidak ada komentar Kau paling mengerti cara melukai, sepi seperti kopi telah menyimpan pisau di dalam ampasnya. Senja ini dalam tiga rakaat aku melihat Tuhan tertawa terbahak karena do'a ku berisi namamu yang tak pernah ia tulis dalam takdirNya. Share: Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke Facebook
0 komentar:
Posting Komentar